/experience

Pengalaman menjadi fasilitator di program Google Developer Kejar - Mobile Web Specialis 2018

📌 Baca artikel dalam bahasa inggris

Berbagi pengalaman bagaimana ketika saya menjadi fasilitator pada program Google Developer Kejar - Mobile Web Specialis tahun 2018

Mengenai Google Developer Kejar 🏃‍

Seperti telah dijelaskan pada website ini ↗️, Google Developers Kejar 2018 adalah program yang diinisiasi oleh Google Developers untuk mengasah kemampuan developer Indonesia dalam mengembangkan aplikasi Mobile Android berbasis Kotlin dan Mobile Web Specialis.

Bila pada program sebelumnya yang berlabel Indonesia Android Kejar ↗️ hanya ada program khusus untuk Android saja, maka pada tahun 2018 ada cabang baru untuk para web developer spesifiknya untuk mobile web.

Untuk mobile web spesialis sendiri Google bekerja sama dengan Inixindo ↗️ dalam menjalankan program ini. Saya sendiri pada tahun ini mendapat kepercayaan untuk membantu program ini dengan menjadi fasilitator untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya pada batch pertama.

Bagaimana Cara Belajarnya? 🤓

Pada dasarnya para peserta program ini akan diberikan sebuah track belajar dari Udacity yang mencakup segala hal teknis dan non-teknis mengenai membuat Mobile Web yang baik dari mulai dasar sampai bisa jadi Aplikasi Mobile Web yang progressive. Dari pihak Inixindo yang memberikan materi secara bertahap agar para peserta bisa mengikuti secara bertahap pula. Pada setiap selesai sebuah topik akan diberikan semacam kuis yang langsung dari Inixindo yang memberikan dan mengumpulkan hasil pengerjaan kuis tersebut.

Selain belajar secara online lewat Udacity para peserta akan dikumpulkan dalam suatu grup beserta fasilitator yang ditunjuk untuk berdiskusi berbagai kesulitan dan berbagi informasi mengenai program ini sendiri.

Dua kali dalam satu batch para peserta diharuskan melakukan pertemuan luring (offline meetup) dengan fasilitatornya untuk membahas berbagai kesulitan ini secara lebih detail.

Di akhir program, peserta akan diberikan tugas penutup yang berkaitan dengan pembelajaran dari awal sampai akhir.

Bagaimana saya menjalankan peran Fasilitator? 👨‍👧‍👦

Sebagai fasilitator saya tidak ingin terlalu menggurui dalam urusan teknis, karena memang sebagian dari peserta yang ada di dalam grup saya pada dasarnya sudah lumayan mengetahui perihal teknis. Saya lebih memposisikan diri sebagai teman curhat mereka dimana saling berbagi cerita mengenai bagaimana suka duka menangani Mobile Web berdasarkan pengalaman yang saya dapatkan selama ini. Saya juga berusaha meluangkan waktu untuk tetap menjaga semangat mereka agar konsisten mengikuti program ini dari awal sampai akhir, saya menyadari salah satu penyakit kita bersama adalah urusan konsistensi. Seringkali saya sendiri semangat menggebu-gebu diawal namun kedodoran ditengah-tengah sampai menghilang tanpa kabar pada akhirnya 😂

Saya memberikan pendapat sebisa dan sepengetahuan saya dalam membangun sebuah Mobile Web yang progressive. Saya juga memberikan motivasi dan pengetahuan mengenai hal-hal lain di luar pembelajaran yang saya rasa akan sangat berguna bagi mereka ke depannya, seperti bagaimana saya belajar suatu teknologi, bagaimana cara memigrasikan suatu framework ke framework lain, bagaimana cara berkontribusi ke kode sumber terbuka (open-source), dan hal lain yang bisa kita diskusikan bersama-sama.

Para peserta yang ikut dalam grup saya mungkin tidak mendapat banyak bantuan teknis mengenai program ini, tapi silahkan bisa ditanyakan langsung ke beberapa peserta mengenai pengalaman yang mereka dapatkan. Pastinya ada baik dan buruk, mari kita lupakan yang buruk-buruk dan anggap sebagai pelajaran saja 😜

Menariknya Pertemuan Luring ☕️

Saya mengadakan pertemuan luring sebanyak dua kali selama program ini. Pada pertemuan pertama ada sekita 13 peserta kalau tidak salah (termasuk beberapa orang yang memilih pindah fasilitator dengan saya) yang bisa datang. Pada dasarnya saya mengerti kesibukan mereka dan tidak memaksakan mereka untuk datang ke pertemuan luring tersebut, tapi mengingat pertemuan luring menjadi salah satu kriteria yang harus dipenuhi dalam program ini maka saya mengingatkan mereka untuk menyempatkan datang ke pertemuan yang diadakan.

Bagi saya, pertemuan luring selalu lebih menarik dibandingkan daring. Kita bisa lebih mengenal pribadi seseorang setelah bertatap muka secara fisik dan ngobrol banyak hal. Apalagi saya tergolong orang yang mudah lupa dengan wajah dan nama seseorang yang bahkan sudah sempat bertemu. Bertemu secara luring memudahkan saya untuk bercerita lebih banyak hal mengenai bagaimana membangun Mobile Web yang progressive.

Seperti saya sebutkan diatas, konsistensi menjadi barang mahal bagi kita bersama. Setelah meetup pertama dihadiri 13 orang meetup kedua yang saya adakan hanya dihadiri oleh 4 peserta saja.

GDK MWS Meetup
GDK MWS Meetup

Tapi bagi saya pribadi ini bukan masalah, selama masih ada satu dua orang yang bersemangat hadir maka saya berusaha datang ke meetup yang disepakati bersama. Tidak rugi bagi saya bertemu dengan 4 orang ini, bagi saya mereka adalah orang-orang yang menjadi booster bagi saya untuk tetap menyelesaikan tanggung jawab menjadi fasilitator sampai akhir program. Orang-orang yang akan dengan mudah menjadi teman bagi saya kedepannya 🤩

Developer Showcase 🌅

Sehari setelah acara Google For Indonesia, Google mengadakan acara Google Developer Showcase yang intinya memberitahu ke khalayak ramai apa-apa saja yang telah dikerjakan Google belakangan ini dalam rangka membangun ekosistem dan membangun sumber daya manusia di Indonesia khususnya untuk mencetak banyak developer baru lewat berbagai program yang dicanangkannya. Google Developer Kejar sendiri merupakan satu dari sekian program yang dibuat Google untuk membantu hal ini. Untuk menghadiri acara ini dipilihlah beberapa fasilitator dan peserta untuk mewakili dari masing-masing kota.

Google Developer Showcase
Google Developer Showcase

Bagaimana Hasilnya? 💎

Seperti mencari mutiara di tengah laut luas, pun program ini menurut saya pribadi tidak akan dengan mudah mencetak developer handal pada akhirnya. Terlalu dasarnya materi teknis yang dihadirkan bisa jadi menjadi satu penyebabnya, pun mengenai manusianya sendiri yang memang menjadi terlalu acuh dan kurang berusaha. Seperti saya, yang kalau hal itu gratis menjadikan hal tersebut seperti bisa dengan mudah saya sia-siakan. Program ini gratis (bahkan didanai Google), ini mengapa banyak yang tidak berkomitmen tinggi untuk menyelesaikan program sampai selesai. Padahal kalau dipikir-pikir lucu juga, mereka yang mendaftarkan diri sendiri, mereka telah dipilih dari banyaknya peserta lain yang mendaftar dan ingin ikut, namun setelah terpilih seperti tidak ada greget bahwa ini merupakan tanggung jawab yang tidak boleh disepelekan.

Tapi saya bilang mereka ini oknum, selalu akan ada oknum-oknum yang memperkeruh meskipun kita membuat program sebagus apapun. Saya lebih senang dan bangga untuk bilang bahwa dari sedikitnya mereka yang mau menyelesaikan program ini, saya bersyukur bisa bertemu teman-teman baru yang sangat antusias untuk sama-sama belajar bersama saya. Saya bisa bilang mereka ini mutiara-mutiara di lautan. Menjadi developer itu tidak melulu soal bagaimana kita menguasai hal-hal teknis, tapi juga kemauan untuk belajar hal baru. Tidak semua orang mau disuruh belajar hal baru.

Bicara soal tugas akhir yang diberikan menurut saya terlalu mudah, mereka hanya diharuskan membuat Aplikasi yang bisa berjalan Offline dan di deploy ke Firebase Hosting. Hal yang sebenarnya bisa diselesaikan dalam beberapa jam saja untuk pemula. Untuk mengerjakan tugas akhir, saya berupaya menjadikan ini sebagai pengalaman yang lebih dari sekedar membuat aplikasi web offline. Itu mengapa saya memutuskan meminta mereka untuk mengumpulkan tugasnya ke saya selain ke pihak Inixindo.

Saya mengumpulkan tugas mereka di Github yang bisa kalian lihat juga di gdk-mws-2018-participants-code ↗️, saya membuat satu kumpulan dari repository tugas mereka dan membuatkan halaman demo yang bisa mereka lihat di sini ↗️ setiap saat. Kebetulan pas mereka mengerjakan tugas tersebut pas bulan Oktober jadi berbagi soal #hacktoberfest. Repository ini sangat memudahkan bagi saya untuk merekap hasil tugas mereka dibandingkan saya harus melihat di Google Sheet dengan data kolom yang terlalu banyak yang membuat saya pusing. Mereka juga bisa sombong satu sama lain mengenai tugas yang telah diselesaikannya.

Setelah Selesai Mau Ngapain? 🎉

Dari pihak Inixindo sendiri mengatakan bahwa akan ada kemungkinan akan bekerja sama lagi dengan Google dalam melakukan langkah selanjutnya yakni sertifikasi untuk Mobile Web Spesialis. Namun diluar hal itu, saya sendiri ingin agar grup peserta yang tergabung dengan saya tetap menjadi kelompok belajar, kelompok dimana kita bisa saling belajar hal-hal baru yang seringkali kita susah lakukan di pekerjaan sehari-hari, kelompok yang saling men-trigger untuk melakukan hal-hal keren selanjutnya, kelompok yang bisa jadi teman ngopi di dunia nyata.

Saya juga berusaha mempertahankan antusiasme teman-teman di grup untuk belajar hal baru dengan memberikan tantangan untuk membuat suatu web dengan framework yang mereka sukai atau ingin pelajari menggunakan API publik yang sama, salah satunya bisa kalian temui pada tautan gdk-mws-2018-challenge-01-ghibli-studio ↗️.

Demikian sekelumit cerita manis pahit dari saya pribadi saat mengikuti program Google Developer Kejar 2018 ini, segala hal yang saya tulis diatas adalah berdasarkan pendapat saya dan tidak berasosiasi dengan pihak manapun. Adapun karena berlandaskan pendapat pribadi maka tidak menjadikan artikel ini benar dalam segala halnya. Artikel ini ditujukan untuk proses pembelajaran bagi kita bersama dan tidak dimaksudkan untuk menjatuhkan satu instansi atau personal.

Semoga bermanfaat…

likes 👍
Bagikan keFacebookTwitter
mazipan

mazipan

Frontend Engineer

Read More